Hai guys, balik lagi nih. Pengen ngeshere tentang penyebab kepikunan dini nih. hemm... soal nya temen gue tuh ada yang udh pikun banget, pdhl masih muda. yaaa gue juga siihh. hehe:D . yuk simak, semoga bermanfaat yaaa:)
Menurut dr. Samino, SpS (K), Ketua Umum Asosiasi Alzheimer Indonesia
(AAzI), alzheimer timbul akibat terjadinya proses degenerasi sel-sel
neuron otak di area temporo-parietal dan frontalis. "Demensia Alzheimer
adalah penyakit pembunuh otak karena mematikan fungsi sel-sel otak,"
ujarnya dalam edukasi tentang Alzheimer beberapa waktu lalu.
Mereka
yang rentan terserang kepikunan alzheimer ini adalah para lansia di
atas 60 tahun, tetapi orang dewasa muda juga tak tertutup kemungkinab
bila memiliki faktor risiko keturunan. Bahkan menurut Samino, penderita
demensia alzheimer berusia 40 tahun pernah ditemukan di Indonesia.
Deteksi
dini adalah hal penting dalam mengatasi Alzheimer, tetapi faktanya
seringkali sulit dilakukan karena gelaja kemunduran kerap dianggap
sebagai suatu hal yang lumrah. Pasien biasanya hanya menunjukkan gejala
biasa seperti lupa, tetapi kemudian berkembang progresif menjadi parah
dan memperburuk fungsi kognitif dan fungsi mental lainnya.
Kejanggalan
awal biasanya dirasakan oleh penderita sendiri, mereka sulit mengingat
nama atau lupa meletakkan suatu barang. Mereka juga sering kali
menutup-nutupi hal itu dan meyakinkan diri sendiri bahwa itu adalah hal
yang biasa pada usia mereka.
Kejanggalan biasanya akan dirasakan
oleh orang-orang di sekitar mereka yang mulai khawatir akan penurunan
daya ingat. Mereka awalnya belum mencurigai adanya problem besar di
balik kepikunan yang dialami pasien, tetapi kemudian tersadar bahwa
kondisinya sudah parah.
Nah, agar kepikunan Alzhemier dapat dicegah sejak dini, berikut
beberapa tanda atau gejala yang patut diwaspadai kemungkinan hadirnya
penyakit pembunuh otak :
- Kemunduran memori/daya ingat.
- Sulit melaksanakan kegiatan / pekerjaan sederhana
- Kesulitan bicara dan berbahasa.
- Disorientasi WTO (Waktu – Tempat – Orang)
- Sulit dalam berhitung
- Salah meletakan benda
- Penampilan buruk karena lupa cara berpakaian atau berhias
- Perubahan emosi dan perilaku.
- Gangguan berfikir abstrak. Kemampuan imajinasi penderita terganggu.
- Hilang minat dan inisiatif. Cenderung menjadi pendiam, tak mau bergaul, menyendiri.
- Tidak bisa membedakan berbagai jenis bau-bauan (tanpa penyebab lain misalnya flu, trauma otak, tumor otak).
wow! mengerikan juga ya guys, duh jadi ngeri sendiri. tapi yaudah lah. sekian, bye;)